Managemen Data
Oleh :
Fajrin Akbar
Kurniawan
(13113181)
4KA08
Jurusan Sistem
Informasi
Fakultas Ilmu
Komputer dan Teknologi Informatika, Universitas Gunadarma
Abstrak
Definisi lain dari client server adalah pembagian kerja
antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi
arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan
server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.
Sesuai dengan kebutuhan dan juga sarana penunjang yang dimiliki, pada dasarnya
implementasi aplikasi Client/Server tergantung dari pendistribusian kebutuhan
prosesnya.
1. Pendahuluan
Manajemen Data Telematika adalah pengembangan dan penerapan
arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus
hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Jadi, Manajemen data
telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang
dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika
2. Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan yaitu dengan cara mencari
materi pada website atau blog di intenet yang berkaitan dengan penerapan
teknologi yang terkait antarmuka telematika.
3. Landasan Teori
Pengertian Managemen
Data
Merupakan pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan,
praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data
yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Jadi, Manajemen data telematika merupakan
prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh
perusahaan dengan bantuan telematika.
Tujuan Managemen Data
Tujuan dari manajemen sumber daya manusia adalah untuk
memperbaharui kontribusi produktif pada tenaga kerja terhadap organisasi dengan
cara bertanggung jawab secara etis, sosial, dan juga secara strategi. para
anggota bagian departemen dan manajer sumber daya manusia itu sendiri memenuhi
tujuan dengan maksud untuk mencapai apa yang diinginkan. Tujuan manajemen
sumber daya manusia bukan hanya mencerminkan sebuah kehendak dari sang manajer,
akan tetapi disisi lain juga harus bisa menyeimbangkan beberapa tantangan
berorganisasi, fungsi dari SDM, dan orang orang bisa terpengaruh. Adanya sebuah
kegagalan dalam melakukan suatu tugas dalam organisasi dapat menyebabkan suatu
kerusakan pada bidang kinerja, laba, produktifitas, atau bisa juga menyebabkan
kerusakan pada kelangsungan hidup sebuah perusahaan itu sendiri.
Pada dasarnya ada empat tujuan manajemen sumber daya manusia, tujuan- tujuan tersebut antara lain :
· Tujuan sosial. Tujuan ini dimaksudkan supaya organisasi dapat bertanggung jawab secara etis dan sosial kepada kepada tantangan dan juga kepada keutuhan masyarakat dengan meminimalis dampak negative yang akan timbul
· Tujuan organisasi, tujuan organisasi merupakan sasaran formal yang telah dibuat guna membantu kerja organisasi dalam mencapai suatu tujuan
· Tujuan fungsional merupakan suatu tujuan yang diadakan guna mempertahankan kontribusi dari sumber daya manusiaatau dari kontribusi menuju tingkatan yang sesuai dengan adanya kebutuhan suatu oraganisasi
· Tujuan individual merupakan tujuan yang bersifat pribadi dari masing- masing anggota organisasi yang akan mencapai tujuan melalui sebuah aktifitas yang dilakukan di dalam organisasi.
Pada dasarnya ada empat tujuan manajemen sumber daya manusia, tujuan- tujuan tersebut antara lain :
· Tujuan sosial. Tujuan ini dimaksudkan supaya organisasi dapat bertanggung jawab secara etis dan sosial kepada kepada tantangan dan juga kepada keutuhan masyarakat dengan meminimalis dampak negative yang akan timbul
· Tujuan organisasi, tujuan organisasi merupakan sasaran formal yang telah dibuat guna membantu kerja organisasi dalam mencapai suatu tujuan
· Tujuan fungsional merupakan suatu tujuan yang diadakan guna mempertahankan kontribusi dari sumber daya manusiaatau dari kontribusi menuju tingkatan yang sesuai dengan adanya kebutuhan suatu oraganisasi
· Tujuan individual merupakan tujuan yang bersifat pribadi dari masing- masing anggota organisasi yang akan mencapai tujuan melalui sebuah aktifitas yang dilakukan di dalam organisasi.
4. Pembahasan
Pembahasan Managemen
Data
Manajemen Data merupakan bagian dari manajemen sumber daya informasi yang mencakup semua kegiatan yang memastikan bahwa data Akurat, up to date (mutakhir), aman, dan tersedia bagi pemakai (user). Manajemen data bukan masalah sederhana. Managemen data membutuhkan pemahaman yang baik mengenai data yang dikodekan dengan kualitas khas juga sejumlah ciri umum dari data. Untuk menjaga dan mengontrol data, baik sisi klien maupun sisi server harus saling terkoneksi dengan baik. Saat sisi klien meminta (request) data, sisi server harus segera memberikan data yang telah diminta (request) oleh klien. Akurasi dari data disediakan dengan sejumlah cara, yaitu dengan pengecekan internal komputer (sisi klien dan sisi server), dengan secara cermat mengetes program komputer, dan dengan memeriksa akurasi dan kelengkapan data sebelum masuk sistem komputer
Manajemen Data merupakan bagian dari manajemen sumber daya informasi yang mencakup semua kegiatan yang memastikan bahwa data Akurat, up to date (mutakhir), aman, dan tersedia bagi pemakai (user). Manajemen data bukan masalah sederhana. Managemen data membutuhkan pemahaman yang baik mengenai data yang dikodekan dengan kualitas khas juga sejumlah ciri umum dari data. Untuk menjaga dan mengontrol data, baik sisi klien maupun sisi server harus saling terkoneksi dengan baik. Saat sisi klien meminta (request) data, sisi server harus segera memberikan data yang telah diminta (request) oleh klien. Akurasi dari data disediakan dengan sejumlah cara, yaitu dengan pengecekan internal komputer (sisi klien dan sisi server), dengan secara cermat mengetes program komputer, dan dengan memeriksa akurasi dan kelengkapan data sebelum masuk sistem komputer
Managemen Data Sisi Client
Manajemen data dilihat dasri sisi client adalah kemampuan
komputer untuk meminta layanan requestdata kepada komputer lain. Manajemen
data ini dapat diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk
membagi beban proses loading antara client dan server. Dalam perkembangannya,
client server dikembangkan oleh dominasi perusahaan-perusahaan software yaitu
Baan, Informix, Microsoft, dll. Istilah tier dalam server adalah untuk
menjelaskan pembagian sebuah aplikasi yang melalui client dan server. Pembagian
proses kerja adalah bagian uatama dari konsep client / server saat ini.
Kelebihan sistem client server:
·
Mengurangi tanggung jawab dan biaya overhead
·
Kontrol biaya operasional dan pengembangan yang
lebih muda
·
Waktu respon yang lebih baik dalam pemrosesan.
·
Akses data yang lebih besar bagi perusahaan.
Sistem Client server mengamankan transaksi data dan menyimpannya pada server
untuk kemudian dapat di sharing, dimanipulasi, dianalisa secara lokal.
·
Memungkinkan pendistribusian proses dari
tersentralisasi menjadi desktop computing
·
Menawarkan kooperatif prosesing antara individu
dan group antar departemen, geografis dan zona waktu.
·
Rewriting software pada sistem client server
memberikan keuntungan untuk mendapatkan sistem yang terintegrasi dan memberikan
efisiensi.
·
Menawarkan friendlu interface pada end user
khususnya pada knowledge worker dan customer.
·
Keterlibatan yang lebih untuk end user pada
implementasi IT.
·
Arsitektur terbuka dan sistem terbuka memberikan
fleksibilitas dalam memilih konfigurasi hardware yang berbeda, network, dan
DBMS dari berbagai vendor.
Kekurangan :
I.
Traffic congestion on the network, jika banyak
client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
II.
Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya
meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua
komputer yang terkoneksi kepadanya.
III.
Pada client-server, ada kemungkinan server fail.
IV.
Pada P2P networks, resources biasanya
didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse
request.
Karakteristik Client
i.
Client dan Server merupakan item proses (logika)
terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu
tugas.
ii.
Service : Menyediakan layanan terpisah yang
berbeda.
iii.
Shared resource : Server dapat melayani
beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource.
iv.
Asymmetrical Protocol : antara client dan
server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan
mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi
tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
Managemen Database
Sistem Perangkat Bergerak
1. Berdasarkan sisiperangkat bergerak
1. Berdasarkan sisiperangkat bergerak
Pesatnya perkembangan bagi komunikasi bergerak mendorong
para operator layanan berlomba untuk memperkaya macam layanannya guna menambah
pemasukan bagi perusahaanya. Komunikasi data bergerak, misalnya untuk akses
internet. Pengenalan WAP (Wireless Application Protocol) telah menunjukkan
potensi sebagai layanan internet nirkabel/ WAP merupakan protocol global
terbuka yang memungkinkan para pengguna mengakses layanan-layanan on-line dari
layar kecil pada telepon genggam dengan menggunakan built-in browser. WAP
bekerja pada berbagai teknologi jaringan bergerak, yang memungkinkan pasar
missal bagi penciptaan layanan data bergerak.
Contoh dari layanan bergerak adalah GPRS. GPRS merupakan system transmisi berbasis paket untuk GSM yang menggunakan prinsip ‘tunnelling’. GPRS tidak menawarkan laju data tinggi yang memadai untuk multimedia nayata, tetapi GPRS merupakan kunci untuk menghilangkan beberapa batas pokok bagi layanan-layanan data bergerak.
Contoh dari layanan bergerak adalah GPRS. GPRS merupakan system transmisi berbasis paket untuk GSM yang menggunakan prinsip ‘tunnelling’. GPRS tidak menawarkan laju data tinggi yang memadai untuk multimedia nayata, tetapi GPRS merupakan kunci untuk menghilangkan beberapa batas pokok bagi layanan-layanan data bergerak.
2. Berdasarkan sisi Server
Database server adalah program komputer yang menyediakan
layanan data lainnya ke komputer atau program komputer, seperti yang ditetapkan
oleh model klien-server. Istilah ini juga merujuk kepada sebuah komputer yang
didedikasikan untuk menjalankan program server database. Database sistem
manajemen database yang sering menyediakan fungsi server, dan beberapa DBMSs
(misalnya, MySQL) secara eksklusif bergantung pada model klien-server untuk
akses data.
Dalam model Master-Slave, Database master adalah server pusat dan lokasi utama data sementara Database slave master akan disinkronkan backup dari master yang bertindak sebagai proxy
Dalam model Master-Slave, Database master adalah server pusat dan lokasi utama data sementara Database slave master akan disinkronkan backup dari master yang bertindak sebagai proxy
4. Kesimpulan
Manajemen data telematika mempunyai tujuan yaitu manajemen
data sisi klien, manajemen data sisi server dan manajemen database sistem
perangkat bergerak.Komputer yang meminta layanan disebut sebagai client,
sedangkan yang menyediakan layanan disebut sebagai server.
5. Daftar Pustaka


