Sabtu, 26 Desember 2015

Proposal E-Learning

PROPOSAL E-LEARNING




Disusun Oleh :



Nama                   : Fajrin Akbar Kurniawan
Kelas                    : 3 KA 08
NPM                    : 13113181
Mata Kuliah       : Bahasa Indonesia  



UNIVERSITAS GUNADARMA

2015





KATA PENGANTAR



Puji syukur kami panjatkan kehadapan Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya sesuai denganpetunjuk yang telah ditetapkan. makalah yang berjudul “Kepemimpinan Pendidikan Multikultural” ini membahas tentang kepemimpinan khususnya dalam dunia pendidikan.
Dalam penyusunan makalah ini kami banyak mendapat bantuan dan serta informasi dari berbagai sumber. Kami juga banyak mendapat dukungan dan saran-saran dari banyak pihak. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa isi maupun penyajian makalah ini masih jauh dari sempurna, seperti pepatah mengatakan “Tak ada gading yang tak retak”. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat konstruktif dari pembaca sangat diharapkan agar dapat ditemukan suatu hasil yang lebih sempurna kedepannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Jakarta, 27 Desember 2015

        Penulis





BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

            Perkembangan Teknologi Informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan cepat. Sehingga dengan perkembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber - sumber informasi lainnya diantaranya adalah melalui internet.

            Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan. Dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang bersi informasi – informasi pendidikan, yang memiliki unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai saran penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan, serta pendidik itu sendiri.

Universitas Gunadarma merupakan universitas yang menyelenggarakan kegiatan E-Learning di dalam lingkunagan pembelajarannya. E-learning merupakan bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan yang bersifat maya (virtual) salah satu kegiatan E-Learning yang ada di Universitas Gunadarma yaitu V-Class. Hal ini merupakan Usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar yang ada di lingkungan kampus ke dalam bentuk digital yang di jembatani oleh internet.

Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Informatika secara menyeluruh belum sepenuhnya di terapkan sistem E-learning untuk semua mata kuliah dan hanya mata kuliah tertentu saja. Sehingga potensi softskill mahasiswa belum sepenuhnya dapat dikembangkan

            Bila kita menganalisa secara menyeluruh dari permaslahan tersebut, maka kami simpulkan suatu peluang dari pengembangan aplikasi E-learning Teknik Informatika Universitas Gunadarma guna meningkatkan softskill Mahasiswa, dimana aplikasi E-learning ini sebagai media untuk mengembangkan potensi yang terdapat pada setiap mahasiswa jurusan teknik Informatika. Diantarnya adalah menambah softskill mahasiswa, menghemat biaya secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku) menghemat waktu dan fleksibel dalam proses belajar mengajar, menjangkau wilayah Geografis yang lebih luas, melatih pembelajaran lebih mandir dalam mednapatkan ilmu pengetahuan di lingkungan kampus.

1.2 Identifikasi Masalah
           
            Berdasarkan Latar belakang di atas adapun permasalahan yang dapat di identifikasikan yaitu belum adanya E-Learning bagi jurusan teknik Informatika yang membuat potensi softskill mahasiswa belum sepenuhnya dapat dikembangkan.
 
1.3 Batasan Masalah

            Aplikasi e-learning yang direncanakan mempunyai batasan – batasan yang mencakup dana, dan waktu. Berikut ini gambaran lengkap mengenai batasan masalah pada aplikasi e-learning ini :
  1. Dana
Besarnya dana yang disediakan untuk pembuatan aplikasi e-learning ini Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah).
  1. Waktu
Semua proyek aplikasi e-learning yang direncanakan harus selesai dan dioperasikan selambat- lambatnya 1 tahun dari sejak waktu pengusulan aplikasi ini.



1.4 Rumusan Masalah

            Berdasarkan Latar belakang di atas di rumuskan suatu permasalahan yaitu bagaimana membuat E-Learning untuk membantu proses pembelajaran mahasiswa teknik informatika yang dapat di akses dimanapun dan kapanpun.

1.5 Tujuan

            Tujuan dalam pembuatan E-Learning ini adalah sebagai bentuk pemanfaatan teknologi yang sedang berkembang saat ini yang diimplementasikan menjadi sebuah media pembelajaran bagi mahasiswa teknik informatika yang menyediakan informasi materi kuliah yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja sehingga mahasiswa tidak terpaku pada pembelajaran pada saat kuliah saja.

1.6 Kegunaan

            Kegunaan dari E-Learning ini yaitu :
  1. Mempermudah mahasiswa untuk melakukan praktek, latihan, dan membaca materi mata kuliah secara online dari modul - modul yang sudah disiapkan.
  2. Meningkatkan pengembangan terhadapat potensi (softskill) yang terdapat did dalam diri mahasiswa.
  3. Meningkatkan efektifitas pembelajaran.
  4. Menghemat biaya dan waktu.
  5. Tidak terbatas pada jarak, karena menggunakan aplikasi e-learning berbasis web.
  6. Mahasiswa bisa melihat hasil kerja yang telah dikerjakan.
  7. Dosen bisa mengirim soal atau pesan ke mahasiswa tersebut.


BAB II Landasan Teori


2.1 E-Learning


istilah E-learning atau Electronic Learning atau pembelajaran elektronik ini mengandung pengertian yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi E-learning dari berbagai sudut pandang. Pendapat dari beberapa pakar yang menguraikan pengertian E-learning antara lain:
            Menurut Hartanto dan Purbo (2002:1), “E-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya.”
            Menurut LearnFrame.com dalam Wahono dan Glossary (2005:2), “E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer maupun komputer stand alone.”
            Menurut Rosenberg (2001:28), “e-learning adalah penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.”
            Dari berbagai definisi yang muncul dapat kita simpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi sistem informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-learning.
            Pada dasarnya konsep e-learning adalah penyediaan kelas-kelas baru setara dengan kelas konvensional di sekolah-sekolah yang ada saat ini. Istilah setara disini berarti bahwa e-learningdiharapkan dapat menggantikan peran sekolah konvensional bukan hanya sekedar sebagai pelengkap atau tambahan dari sistem konvensional yang sudah ada. Oleh karena itu, pembangunan sebuah lembaga pendidikan virtual seperti e-learning ini haruslah memberikan hasil yang kurang lebih sama dengan cita-cita untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan konvensional.
                        Definisi e-learning memiliki beberapa elemen tentang apa,bagaimana dan mengapa dariE-learning :
Apa, e-learning memasukkan baik konten, yaitu informasi dan metode instruksional, yaitu teknik yang membantu orang mempelajari konten belajar.
Bagaimana, e-learning didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat dan gambar. Pendistribusiannya dapat dalam bentuk asynchronous yang didesain untuk belajar secara individu dan dalam synchronous yang didesain dengan bimbingan dari instruktur secara langsung.
Mengapa, e-learning ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan belajarnya atau melaksanakan pekerjaannya.

2.2 Sejarah E-Lerning

E-pembelajaran atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh UniversitasIllinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut:
(1) Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi.
(2) Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.
(3) Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
(4) Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.
(5) eLearning 2.0, Istilah e-Learning 2.0 digunakan untuk merujuk kepada cara pandang baru terhadap pembelajaran elektronik yang terinspirasi oleh munculnya teknologi Web 2.0. Sistem konvensional pembelajaran elektronik biasanya berbasis pada paket pelajaran yang disampaikan kepada siswa dengan menggunakan teknologiInternet (biasanya melalui LMS). Peran siswa dalam pembelajaran terdiri dari pembacaan dan mempersiapkan tugas. Kemudian tugas dievaluasi oleh guru. Sebaliknya, e-learning 2.0 memiliki penekanan pada pembelajaran yang bersifat sosial dan penggunaan perangkat lunak sosial (social networking) seperti blog, wiki, podcast dan Second Life. Fenomena ini juga telah disebut sebagai Long Tail learning. Selain itu juga, E-learning 2.0 erat hubungannya dengan Web 2.0, social networking (Jejaring Sosial) dan Personal Learning Environments (PLE).



2.2 Dampak Positif E-Learning Bagi Manusia


E-learning sangat berguna bagi mahasiswa karena dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran dan menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan. Berikut ini merupakan beberapa dampak positif metode pembelajaran e-learning bagi mahasiswa, yaitu:
1.      Menambah kemampuan dan keahlian dalam bidang IT.
2.      Sumber materi disampaikan detail dalam bentuk softcopy sehingga dapat dimiliki oleh setiap mahasiswa tanpa harus membeli atau memfotokopi.
3.      Beberapa mahasiswa akan merasa lebih percaya diri dalam forum diskusi.
4.      Mahasiswa lebih mandiri dalam memahami materi tanpa bimbingan dosen atau pengajar.
5.      Menghemat penggunaan kertas yang digunakan untuk mencatat atau mengerjakan tugas sehingga dapat membantu mencegah perluasan atau percepatan global warming.

2.3 Dampak Negatif E-Learning Bagi Manusia


Pembelajaran dengan metode e-learning tidak sepenuhnya berdampak baik bagi mahasiswa. Bahkan tidak sedikit dampak negatif dalam pembelajaran e-learning. Berikut adalah dampak-dampak negatif e-learning bagi mahasiswa, yaitu:
1.      Penilaian tidak objektif karena ketika kuis atau tugas mahasiswa dapat open book.
2.      Dalam beberapa kasus, mahasiswa tidak dapat menyelesaikan permasalahan dalam forum diskusi sehingga terkadang kurang efisien.
3.      Mahasiswa tidak menunjukkan kemampuan yang ia miliki sebenarnya karena jawaban dapat diperoleh dari mana saja.
4.      Minimnya tatap muka antara dosen dan mahasiswa membuat komunikasi diantara keduanya kurang, padahal saat ini komunukasi langsung sangat diperlukan.
5.      Penggunaan teknologi internet dalam proses belajar mengajar membuat mahasiswa semakin jauh dari buku.
2.5 Cara Menyikapi Dampak atau Pengaruh E-Learning

Dibawah ini adalah beberapa cara yangdapat digunakan dalam menyikapi berbagai dampak e-learning, yaitu:
1.      Paradosen diharapkan dapat menguasai kemampuan mata kuliahnya sehingga dapat menerapkan strategi pembelajaran berbasis e-learning dalam kegiatan pembelajaran.
2.       Mengetahui perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan untuk menambah informasi dalam penyampain materi pembelajaran.
3.      Dapat menyajikan materi dengan lebih menarik dan membuat siswa mengganggap matematika adalah dunianya.
4.       Universitas dapat selalu memperbaiki dan memperbaharui fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran.

2.5 Aplikasi


MySQL
Menurut Didik Dwi P (2002:1) MySQL adalah sebuah RDBMS (Relational Database Management System) yang sangat cepat dan kuat. Sebuah database mendukung kita untuk menyimpan, mencari, menyusun, dan menerima data secara efisien. MySQL server mengatur akses ke data kita untuk memastikan bahwa sekelompok user dapat bekerja dengannya secara bersamaan, untuk meyediakan akses yang cepat ke database, dan untuk memastikan bahwa hanya user yang memiliki otoritas yang dapat memperoleh akses. MySQL menggunakan SQL (Structured Query Language), bahasa query standar database. MySQL telah tersedia secara public sejak tahun 1996 tetapi memiliki sejarah pengembangan dari tahun 1979. Ini adalah database open source yang amat popular di dunia dan telah memenangkan Linux Journal Readers Choice Award pada beberapa kesempatan.
MySQL tesedia dalam sebuah skema dual lisensi. Kita dapat menggunakanya dibawah lisensi open source yaitu GPL (General Public License) bebas selama kita mengikuti peraturan-peraturan dari lisensi tersebut. Sebaliknya jika ingin mendistribusikan sebuah aplikasi non-GPL termasuk MySQL, anda dapat membeli sebuah lisensi komersialnya.
Keistimewaan MySQL antara lain :
-     Performa Tinggi
MySQL tidak dapat dipungkiri sangatlah cepat. Di 2002, eWeek mengumumkan benchmark yang membandingkan 5 database yang menggerakkan sebuah aplikasi web, hasil terbaik adalah seri antara MySQL dan yang lebih mahal Oracle.
-     Biaya rendah
MySQL tersedia tanpa biaya dibawah sebuah lisensi open source atau dengan biaya murah/rendah dibawah sebuah lisensi komersial. Anda membutuhkan sebuah lisensi jika anda ingin mendistribusikan MySQL sebagai bagian  dari sebuah aplikasi  dan tidak ingin melisensi aplikasi anda dibawah naungan sebuah lisensi open source. Jika anda tidak berminat untuk mendistribusikan aplikasi anda, seperti kebanyakan aplikasi web, atau sedang bekerja di sebuah software gratisan atau open source, anda tidak perlu membeli sebuah lisensi.
-     Mudah dalam pemakaian
Kebanyakan database modern menggunakan SQL. Jika anda telah menggunakan RDBMS yang lain, anda semestinya tidak bermasalah untuk beradaptasi dengan yang satu ini. MySQL juga lebih mudah untuk disetting dibanding banyak produk serupa.
-     Portabilitas

MySQL dapat digunakan dibanyak sistem Unix yang berbeda, begitu juga di bawah Microsoft Windows
-     Source code
Seperti halnya PHP, anda dapat memperoleh dan memodifikasi source code untuk MySQL. Point ini tidak penting lagi bagi kebanyakan pengguna, tetapi itu (source code)  memberikan anda ketenangan. Memberi kepastian untuk kelanjutan di masa mendatang dan memberi anda pilihan disaat darurat.
-     Ketersediaan dukungan
Tidak semua produk open source memiliki sebuah perusahaan utama yang menawarkan support, pelatihan, konsultasi  dan sertifikasi, tetapi anda dapat memperoleh semua ini  dari MySQL.

AppServ
AppServ merupakan salah satu peralatan pondasi dasar untuk membangun aplikasi berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL. AppServ merupakan tool yang menyediakan paket perangkat lunak kedalam satu buah paket. Dengan menginstal AppServ maka tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi  web server, apache, PHP dan MySQL secara manual. AppServ akan menginstall dan mengkonfigurasikannya secara otomatis.



MACROMEDIA DREAMWEAVER 8
Macromedia Dreamweaver adalah sebuah HTML editor professional untuk mendesain secara visual dan mengelola situs web maupun halaman web. Bilamana kita menyukai untuk berurusan dengan kode-kode HTML secara manual atau lebih menyukai bekerja dengan lingkungan secara visual dalm melakukan editing, dreamweaver membuatnya menjadi lebih mudah dengan menyediakan tool-toolyang sangat berguna dalam peningkatan kemampuan dan pengalaman kita dalam mendesain web.
Macromedia Dreamweaver 8 dalam hal ini digunakan untuk web desain. Macromedia Dreamweaver  8 mengikutsertakan banyak tool untuk kode-kode dalam halaman web beserta fasilitas-fasilitasnya antara lain : referensi HTML, CSS dan Javascript, Javascript debbuger, dan editor kode  (tampilan kode dan code inspector) yang mengijinkan kita mengedit kode Javascript ,XML dan dokumen teks lain secara langsung dalam dreamweaver. Teknologi Dreamweaver, Roundtrip HTML mampu mengimpor dokumen HTML tanpa perlu memformat ulang kode tersebut dan kita dapat menggunakan Dreamweaver pula untu membersihkan dan memformat ulang HTML bila kita menginginkannya. Selain itu Dreamweaver juga dilengkapi kemampuan manajemen situs, yang memudahkan kita mengelola keseluruhan elemen yang ada di dalam situs. Kita juga dapat melakukan evaluasi situs  dengan melakukan pengecekan broken link, kompatibilitas browser, maupun perkiraan waktu download halaman web.


BAB III Metodologi penelitian


3.1 Waktu dan tempat Penelitian

          Lokasi Penelitian dilakukan di kampus Universitas Gunadarma dan waktu penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2015

3.2 Metode Penelitian

            Metode penelitian yang digunakan adalah meteode penelitian kuantitatif yang  digunakan untuk meneliti pada sampel tertentu. Adapun teknik pengambilan sampel dilaukan secara random.

3.3 Instrumen Penelitian

          Instrumen penelitian yaitu dengan memberikan angket atau kuisioner kepada mahasiswa jurusan teknik informatika dan dosen jurusan teknik informatika.

3.4 Analisis Penelitian

          Analisis penelitian menjelaskan bahawa bagaimana penulis mengubah data hasil penelitian menjadi informasi yang diimplementasikan menjadi suatu program E-Learning untuk jurusan teknik informatika.



Sabtu, 14 November 2015

Proposal Umum

Pengertian Proposal
Definisi Proposal
 Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal. Proposal adalah suatu usulan kegiatan perlu dukungan atau persetujuan pihak lain. Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah “Proposal Penelitian” dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.  Proposal yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah “Proposal Umum” yang sering digunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan. Bentuk proposal ini memiliki banyak kemiripan dengan model “Proposal Penelitian” yang digunakan dalam dunia ilmiah, namun karena sifatnya yang lebih umum maka “Proposal Umum” biasanya lebih lentur dalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisan. Namun, walaupun lebih “bebas”, penulisan “Proposal Umum” tetap harus mengindahkan kaidah¬kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang¬orang yang membaca proposal tersebut. Secara mendasar, harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari sekian banyak tahap perencanaan, seperti yang telah diuraikan sebelumnya dalam buku ini. Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya.  Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis : 1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya. 2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya. 3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.
Hal-hal yang perlu dimuat dalam proposal antara lain : 1. nama proposal 2. pendahuluan 3. tujuan 4. bentuk/jenis kegiatan 5. pelaksanaan 6. panitia pelaksana (terlampir) 7. biaya/dana (rincian terlampir) 8. harapan 9. lampiran  Manfaat Proposal :  Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.(  Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan( tersebut. ( Untuk meyakinkan para donatur/ sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.  II. Ciri-Ciri Proposal :  Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan.(  Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.(  Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara.( ( Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara.  dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).(  Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat proposal : ( Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang ahli dalam menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan  Penyusun proposal mempersiapkan( bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa bahan2 hasil kesepakatan seluruh panitia  Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis(  Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas, direvisi dan disetujui.(  Dibuat proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.(  Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal.(  Jenis-Jenis Proposal Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: proposal berbentuk formal, semiformal, dan nonformal. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: 1) bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan; 2) isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya; 3) bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya. Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.  Isi Proposal Jenis dari isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup.  Tujuan membuat proposal Dapat diartikan proposal merupakan suatu penjabaran peneltian, tujuan dari pembuatan proposal biasanya untuk mejabarkan penelitian yang sudah dilakukan, dapat dikatakan juga proposal merupakan suatu dokumentasi hasil penelitian.  Jenis - Jenis Proposal Proposal Penelitian dibagi 4 yaitu : 1. Proposal Penelitian Pengembangan Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan. 2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah. 3. Proposal Penelitian Kualitatif Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan. 4. Proposal Penelitian Kuantitatif Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.


Berikut Contoh Proposal :

PROPOSAL
KEGIATAN PERPISAHAN
SMA N 1 RUMBIA

       I.      Latar Belakang
Dalam setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Perpisahan adalah suatu momen yang sangat berharga. Perpisahan ada yang bersifat menyenangkan ada juga yang bersifat menyedihkan. Tergantung situasi dan kondisi saat perpisahan. Siswa-siswi kelas XII sudah bersekolah selama tiga tahun. Sejak masa itu banyak hal yang didapat baik suka maupun duka, serta proses pembelajaran secara fisik maupun mental yang mendasar yaitu keimanan dan ketaqwaan. Semoga yang didapat bisa berguna bagi diri sendiri, agama, orangtua, serta bangsa dan negara. Dan untuk meneruskan kesekolah yang lebih tinggi. Mungkin dengan acara seperti ini menjadi kesan tersendiri bagi siswa-siswi.
 
 II.      Nama Kegiatan
Perpisahan kelas XII SMA Negeri 1 Rumbia tahun 2010/2011


III.      Dasar Kegiatan
       Program kerja OSIS SMA Negeri 1 Rumbia

IV.      Maksud dan Tujuan
a.       Meningkatkan tali persaudaraan antar siswa
b.      Menjadikan acara ini sebagai kenang-kenangan
c.       Meyerahkan siswa siswi kembali ke orang tua
d.      Meningkatkan ketrampilan dan kreatifitas siswa
V.      Bentuk Kegiatan
a.       Pertunjukan band antar kelas SMA Negeri 1 Rumbia
b.      Pertunjukan kesenian tari tradisional oleh siswa kelas X dan XII

VI.      Penyelenggara OSIS SMA Negeri 1 Rumbia

VII.      Peserta
a.       Seluruh siswa SMA Negeri 1 Rumbia
b.      Bapak/Ibu dan karyawan SMA Negeri 1 Rumbia
c.       Orang tua murid kelas XII, serta para undangan


VIII.      Waktu , Tempat, dan Acara
             Bahwa kegiatan dalam rangka perpisahan kelas XII SMA Negeri 1 Rumbia
             tahun pelajaran 2010/2011 akan dilaksanakan pada :
hari, tanggal : Sabtu,7 Mei 2011
tempat          : Halaman depan SMA Negeri 1 Rumbia
waktu           : pukul 07.30 sd. selesai
acara             :
a.       Pembukaan dilanjutkan sambutan kepala sekolah SMA Negeri 1 Rumbia
b.      Sambutan ketua OSIS periode 2010/2011
c.       Sepatah kata dari perwakilan kelas X, XI, dan XII
d.      Hiburan
e.       Lain-lain
f.       Penutup


 IX.      Susunan Kepanitiaan
a.      Penanggung jawab         : Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Rumbia
b.      Pembimbing                   : Eman Supriatman,S.Pd
c.      Ketua umum                   : Fatkhul Rohman
d.      Ketua I                           : Ari Juanda
e.      Ketua II                          : Yongky Maherta.
f.      Sekretaris I                     : Dewi Rahayu.
g.      Sekretaris II                   : zizah Baity.
h.      Bendahara I                    : Jeki kuswanto
i.       Bendahara II                  : Widodo.
j.       Koordinator seksi
a.      Seksi dekorasi                : 1.  Wayan Suhartawan.
       2. Rindang Wicaksana
b.      Seksi tempat                   : 1. Arif H.
       2. Agus T.
c.       Seksi konsumsi             : 1. Wiwid A.
                                                  2. Dian I.
d.      Seksi transportasi           : 1. M. Daifi.
      2. M. Asrori
e.       Seksi sound system       : 1. Dahlan F.
         2. Gusti N.
f.       Seksi keamanan             : 1. Amin M.
                                                  2. Angga Zakaria
g.      Seksi pembawa acara     : 1. Yunita.
                                                  2. Yeni f.

    X.      Anggaran
Dalam rapat panitia kegiatan perpisahan kelas XII SMA Negeri 1 Rumbia tahun pelajaran 2010/2011 telah disepakati beberapa kegiatan seperti tersebut diatas. Tentunya untuk terlaksananya kegiatan itu sangat diperlukan biaya. Anggaran diambil dari iuran siswa sebesar Rp. 10.000,-/siswa. Adapun rincian biaya adalah:
1)      Konsumsi                                  
200 x Rp. 3000,0-/ snak kecil      :Rp.   600.000,-
90 x Rp. 5.500,-/ snak besar        :Rp    495.000,-
2)      Dokumentasi                      :Rp.    300.000,-
3)      Sound system                      :Rp.    500.000,-
4)      Penyewaan tenda                 :Rp.    600.000,-
5)      Penyewaan panggung          : Rp    200.000,-
6)      Penyewaan kursi 135 buah  :Rp.     140.000,-/2 hari
7)      Penyewaan pakaian penari   :Rp.     360.000,-
8)      Penyewaan peralatan band   :Rp.     200.000,-
9)   Penyewaan gamelan                :Rp.     305.000,-
10)  Dekorasi                                  :Rp.     200.000,-
11)  Keamanan                               :Rp      200.000,-
12)  Lain-lain                                  :Rp.     100.000,-
                  Jumlah                          :Rp.    4.200.000,-

Dana yang telah didapat adalah sebanyak 270 siswa X Rp 10.000,-,= Rp. 2.700.000,-. Dan dana yang didapat dari sponsor (Yamaha Motor Rumbia) sebanyak Rp. 1.000.000,-,jadi dana yang diperoleh sebanyak Rp. 3.700.000,-. Karena dana yang diperlukan sebanyak Rp. 4.200.000,-, maka dari itu untuk menutup kekurangan dana sebesar Rp. 500.000,-, kami mohon kepada pihak sekolah agar dapat menutup kekurangan dana tersebut, agar pelaksanaan perpisahan kelas XII dapat berjalan dengan lancar dan tertip.

 XI.      Penutup
Demikian proposal kegiatan perpisahan kelas XII SMA Negeri 1 Rumbia tahun pelajaran 2010/2011, kami sangat mengharapkan bantuan dan peran serta Bapak/Ibu/Saudara agar kegiatan yang telah kami sepakati untuk diadakan dapat terlaksana dengan baik.
Akhirnya kami ucapkan terima kasih dan atas perkenaan Bapak/Ibu/Saudara untuk berpartisipasi membantu dana guna terlaksana kegiatan dalam rangka kegiatan perpisahan kelas XII SMA Negeri 1 Rumbia tahun 2010/2011.


   



Rumbia, 10 April 2011
Panitia Perpisahan Kelas XII SMA N 1 Rumbia
Tahun 2010/2011

Ketua                                                              Sekretaris                              



Fatkhul Rohman                                                  Dewi Rahayu

Kepala Sekolah
   SMA N 1 RUMBIA



Nengah Sukarta S. Pd. M. Pd.
NIP. 19681107 199903 1 002

Nama : Yongky Maherta 19113498
              Fajrin Akbar K.  13113181

Sumber : nindiyahpuspita sari.blogspot.co.id/2011/04/pengertian-proposal.html


Minggu, 18 Oktober 2015

TEKNIK PENGEMBANGAN PARAGRAF

PENGEMBANGAN PARAGRAF
1.      Pengertian Paragraf
Paragraf merupakan gabungan dari beberapa kalimat yang saling berkaitan antara satu kalimat dengan kalimat yang lainnya dalam membahas sebuah topik.
Menurut Gorys Keraf paragraf sama dengan alinea, yakni kesatuan pikiran dari beberapa kalimat yang bertalian untuk membentuk sebuah gagasan (1980 : 25).
Paragraf itu semacam pembagian dan pembuatan paragraf itu merupakan satu cara untuk membeda-bedakan bagian-bagian dari satu karangan. Paragraf itu merupakan bagian yang berada diantara kalimat sebagai suatu kesatuan yang kecil dengan bab sebagai bagian yang lebih besar. Paragraf itu memegang peranan penting untuk mengorganisasikan pikiran-pikiran kita kedalam bagian-bagian atau kelompok.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, paragraf adalah kumpulan kalimat yang memiliki sebuah ide pokok dan diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas dari ide pokoknya serta memiliki unsur kelengkapan kalimat untuk mendukung penjelasan-penjelasan mengenai ide pokoknya.
·         Dalam suatu paragraf yang baik dituntut oleh adanya syarat-syarat berikut :
1).  Kepaduan paragraf ( koherensi )
Adalah adanya kemampuan untuk merangkai kalimat sehingga berkaitan satu sama lain sehingga logis dan serasi.
Contoh : Remaja mempunyai banyak potensi untuk dikembangkan. Remaja terkadang tidak menyadari bahwa ia memiliki banyak kelebihan yang bisa digali dan diberdayakan guna menyongsong masa depan. Mereka perlu bantuan untuk dimotivasi dan diberi wawasan. Anak-anak muda lewat potensinya adalah penggengam masa depan yang lebih baik dari para pendahulunya.

2). Kesatuan paragraf
Yang dimaksud kesatuan adalah tiap pargaraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama.Paragraf dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam paragraf itu itu tidak terlepas dari topiknya atau selalu relevan dengan topik.
Contoh:PBB menetapkan 12 Agustus sebagai hari Remaja Internasional. Pencetus gagasan ini ialah para menteri sedunia yang menangani masalah remaja di portugal 1998. Tujuannya guna memicu kesadaran remaja untuk memahami masalah sosial budaya, lingkungan hidup, pendidikan dan kenakalan remaja.
3). Kelengkapan paragraf
Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjukan pokok pikiran atau kalimat utama.Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan, contoh, dan lain-lain.
2.Pengembangan Paragraf
Sebelumnya sudah kita ketahui bahwa paragraf membahas mengenai sebuah topik atau tema.Setiap kalimat dalam rangka paragraf, bertumpu pada satu pokok pembicaraan.Paragraf merupakan bagian dari karangan atau bagian dari tuturan (pokok pembicaraan) yang terdiri dari satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas.
Kalimat utama adalah pernyataan yang menjadi inti cerita atau gagasan utama dalam sebuah paragaf.Sedangkan, kalimat penjelas merupakan pernyataan yang menjelaskan gagasan utama atau pernyataan-pernyataan yang mendukung, menjelaskan atau melengkapi kalimat utama dalam sebuah paragraf.Dalam sebuah paragraf hanya ada satu kalimat utama. Biasanya kalimat utama diletakkan diawal kalimat (deduktif), atau kalimat utama terletak diakhir paragraf ( induktif ), serta kalimat utama tercakup dalam keseluruhan paragraf (deduktif- induktif ).
Unsur kelengkapan paragraf mengacu pada adanya pikiran utama yang berwujud kalimat utama dan pikiran penjelas yang berwujud kalimat-kalimat penjelas.Kalimat-kalimat penjelas haruslah menunjang kejelasan kalimat utama.Paragraf dinyatakan sebagai paragraf tidak lengkap jika tidak dikembangkan secara baik. Oleh karena itu, unsur kelengkapan itu sering pula disebut pengembangan, bahkan ada yang menyebut perkembangan (lihat Akhadiah M.K. dkk, 1991/1992; Soeparno, Haryadi, dan Suhardi, 2001; Keraf, 1981)
Perlu kita ketahui bahwa pengembangan paragraf memegang peranan penting dalam proses menulis ( mengarang ). Karena mengarang adalah proses dari mengembangkan kalimat topik.
3. Metode  Pengembangan Paragraf
Pengembangan paragraf adalah suatu paragraf yang menghendaki adanya pengembangan atau perluasan yang berintikan kalimat utama.Metode pengembangan paragraf adalah cara-cara bagaimana kita mengembangkan suatu paragraf.
Dalam melaksanakan pengembangan paragraf biasanya diawali dengan mengubah topik cerita menjadi sebuah kalimat tunggal yang bersifat umum.dimana kalimat ini masih menghendaki penjelasan, kalimat inilah yang disebut dengan kalimat utama. Setelah kalimat utama tersebut dijadikan permulaan paragraf, maka langkah selanjutnya ialah menguraikan kalimat-kalimat yang sesuai dengan kalimat utama.Kalimat inilah yang disebut kalimat penjelas.
·         Pengembangan paragraf dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu  ;
1)      Cara Definisi
Cara definisi adalah pengembangan paragraf melalui pengungkapan penjelasan atau pengertian dari suatu masalah yang dibicarakan, serta diungkapkan dari berbagai sudut pandang.
Kata-katayang digunakan dalam mengembangkan paragraf secara definisi, antara lain adalah, ialah, yaitu.
Contoh :
Paragraf ialah suatu bagian dari karangan yang di dalamnya terdiri atas beberapa kalimat yang selalu berkaitan satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh membentuk satu pikiran utama. Di dalam paragraf biasanya terdapat satu kalimat yang menjadi pokok pikiran dari paragraf tersebut yang biasa kita kenal dengan kalimat utama.
2)      Cara Analogi
Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki suatu kesamaan atau kemiripan, biasanya dilakukan dengan bantuan kiasan.
Kata-kata kiasan yang digunakan yaitu ibaratnya, seperti dan bagaikan.
Contoh :
Bahasa bukan merupakan tujuan dalam penulisan karangan ilmiah.Bahasa hanya sebagai alat (komunikasi) agar gagasan ilmiah yang diungkapakan dalam karangan tersebut dapat dipahami oleh pembaca dengan baik. Oleh sebab itu,sebelum karangan itu sampai ketangan pembaca,penulis karang tersebut harus memeriksa bahasa yang digunakannya, baik dari segi ketetapan pemilihan kata dan istilah maupun dari segi gramatikal satuan-satuan struktur bahasa, misalnyastuktur satuan kata, frasa klausa, kalimat, dan alinea atau paragraph dan juga pemakaiaan ejaan dan tanda baca secara tepat. Jika terjadi gangguan atau kerusakan pada unsur-unsur bahasa tersebut,besar kemungkinan pembaca tidak dapat memahami gagasan ilmiah yang disampaikannya itu dengan baik. Hal ini dapat diibaratkan dengan kendaraan yang digunakan untuk mencapai tujuan perjalanan yang jauh. Sebelum berangkat,orang yang akan bepergian dengan kendaraan tersebut harus memeriksa kondisi kendaraannya, baik yang berkaitan dengan rem, versneling, roda, ban, bensin dan sebagainya.kalau perlu orang itu harus membawa kendaraannya ke bengkel untuk diperiksa agar yang bersangkutan selamat sampai ketempat tujuan.
3)      Cara Contoh-Contoh
Contoh-contoh disajikan sebagai gagasan penjelas untuk mendukung atau memperjelas gagasan umum agar mudah dipahami oleh pembaca.
Kata, seperti, misalnya, contohnya dan lain-lain merupakan ungkapan-ungkapan dalam pengembangan dalam mengembangkan paragraf dengan contoh.
Contoh :
Tak ada seorang pun yang tak ingin kaya, apalagi kaya dengan rejeki yang halal, tapi didunia ini berlaku hukum keseimbangan, kaya dengan halal harus kerja keras, kerja cerdas dan kerja waras. Kekayaan hasil korupsi tidak akan pernah membuahkan kebahagiaan. Contohnya : Bapak G memimpin sebuah lembaga negara, yang asalnya biasa sekarang jadi superkaya, rumahnya bak istana, setiap anak punya mobil dan apartemen, tetapi anehnya ketiga anak laki-lakinya tidak ada yang lulus kuliah, anak perempuannya hobi kawin cerai dan dua cucunya mengalami keterbelakangan mental.
4)      Cara Sebab Akibat
Cara sebab akibat sering disebut dengan kausalitas. Pengembangan paragraf cara ini dapat dilakukan dengan menyajikan sebab sebagai gagasan penjelas, atau sebaliknya disajikan akibat sebagai gagasan pokok utama diikuti dengan penyebab sebagai gagasan penjelas.
Kata yang digunakan yaitu, padahal, akibatnya, oleh karena itu dan karena.
Contoh :
Pertama kali pindah kekota ia adalah anak yang baik, tahun pertama ia masuk Kuliah, ia mulai merokok, malam minggu kumpul ditempat tongkrongan langganan, disuguhi minuman beralkohol, mulailah mabuk-mabukan. Kini rokoknya diganti dengan lintingan ganja, uang transport sering dipakai beli ganja, kuliah sering bolos, akibatnya hasil ujian jelek, badan kurus dan sekarang mulai berani menjual barang-barang rumah untuk membeli si daun haram itu.
5)      Cara Perbandingan
Cara perbandingan merupakan sebuah pengembangan paragraf yang dilakukan dengan membandingkan guna memperjelas suatu paparan.
Biasanya menggunakan ungkapan seperti, serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi, sedangkan, dan sementara itu.
Contoh :
Tata cara kehidupan masyarakat primitif berbeda dengan modern. Masyarakat primitif dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari bahan-bahan yang tersedia dilingkungannya tanpa membelinya. Jika barang yang diperlukannya tidak ada dilingkungannya,maka mereka dapat memperolehnya dari masyarakat tetangganya dengan sistem barter (saling menukar barang). Alat-alat yang diperluka untuk memenuhi kebutuhannya juga diperoleh dari lingkungannya, yaitu berupa batu, tanah liat, atau pun dahan pohon yang diolah secara manual.Sedangkan masyarakat modern memperoleh kebutuhannya dengan cara membeli barang atau membayar jasa. Alat-alat yang diperlukan merupakan olahan dari pabrik yang juga harus dibeli untuk memeperolehnya.
6)      Cara Pertentangan
Yaitu cara pengembangan paragraf yang biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi, dan bertolak belakang dari.
Contoh :
Sekolah tinggi (umum) berbeda dengan sekolah swasta.Perbedaan itu dapat dilihat dari segi biaya sekolah, fasilitas, standar sekolah serta kualitas pengejarannya.Untuk sekolah umum biayanya mampu dicapai bagi semua kalangan masyarakat.Akan tetapi, fasilitas yang ditawarkan kurang memadai bagi kelangsungan sistem belajar mengajar.Sedangkan, sekolah swasta biaya yang ditawarkan hanya mampu mencapai batas keuangan beberapa kalangan masyarakat, artinya kalangan orang mampu.Hal ini sejalan dengan fasilitas, standar sekolah sertakualitas pengajarnya.Sehingga sekolah swasta mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan.
7)      Cara Klasifikasi
Cara klasifikasi adalah pengembangan paragraf melalui pengelompokan berdasarkan ciri-ciri tertentu.
Kata-kata ungkapan yang lazim digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.
Contoh :
Penyelidikan tentang tempramen dan watak manuia telah dilakukan sejak dahulu kala. Hippo Crate dan Galenus mengemukakan bahwa manusia dapat dibagi menjadi empat golongan menurut keadaan zat-zat cair yang ada dalam tubuhnya. Empat golong tersebut yaitu sanguinis ( banyak darah ) yang sifatnya periang, gembira, optimis, dan lekas berubah-ubah. Kemudian kolerik ( banyk empedu kuning ) adalah manusia yang memiliki sifat garang, hebat, lekas mrah, dan agresif. Selanjutnya, flegmatis ( banyak lendirnya ) adalah manusia yang sifatnya tenang, tidak mudah berubah, dan lamban. Terakhir, melankolis ( banyak empedu hitam ) memiliki sifat muram, tidak gembira, dan pesimis.
4. Kesimpulan dan Saran
4.1. Kesimpulan
Paragraf atau alinea merupakan gabungan dari beberapa kalimat yang saling berkaitan dan membentuk sebuah gagasan.Gagasan itu lebih jelas kalau dilengkapi dengan uraian-uraian tambahan. Setiap kalimat dalam paragraf akan selalu berkaitan satu dengan lainnya untuk membentuk suatu bagian paragraf.
Pembentukkan paragraf yang baik harus memenuhi persyaratan kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan.Untuk itu, diperlukan pengembangan paragraf yang baik.Kerangka struktur paragraf dikembangkan berdasarkan peletakan kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas.
Dalam mengembangkan paragraf dapat dilakukan dengan beberapa metode atau cara pengembangan, antara lain :
1)      Cara deskripsi
2)      Cara analogi
3)      Cara contoh-contoh
4)      Cara sebab-akibat
5)      Cara perbandingan
6)      Cara pertentangan
7)      Cara klasifikasi
 4.2. Saran
Berdasarkan uraian yang telah ada, penulis menyarankan kepada pembaca agar dalam melakukan proses pengembangan paragraf sebaiknya memperhatikan metode atau cara-cara dalam pengembangannya. Sehingga hasil dari karangan atau tulisan kita merujuk pada bentuk karangan yang baik yang mampu memenuhi syarat-syarat dari sebuah paragraf yang baik, yakni kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan.
DAFTAR PUSTAKA
Hakim, Nursal.2010. Kemampuan Berbahasa Indonesia Dasar.Pekanbaru : Cendekia Insani Pekanbaru
Hakim, Nursal. 2007. Keterampilan Dasar Menulis.Pekanbaru : Cendekia Insani Pekanbaru
Tukan, Paulus. 2007. Mahir Berbahasa Indonesia SMA Kelas X. Jakarta : Yudistira

Djuharie, O.Setiawan, Suherli. 2001. Panduan Membuat Karya Tulis : resensi, laporan, buku, skripsi, tesis, artikel, makalah, berita, essei,dll.Bandung : Yrama Widya

nama Fajrin Akbar K. (13113181)
          Yongky Maherta (19113498)